Sandal Tua


"Sandal Tua"

Di bawah tapak kaki yang lelah,
aku menapaki tanah dengan sabar.
Tak pernah protes saat hujan datang,
atau kala debu jalanan menghilang.

Aku bukan sepatu berkilau,
tak pula sepatu pesta yang dibanggakan.
Aku hanya sandal — sederhana dan setia,
menjadi saksi langkah demi langkah manusia.

Berapa jauh aku telah dibawa?
Menyusuri gang kecil, ladang, hingga kota.
Kadang tertinggal di depan mushola,
kadang terlupa saat hati terlalu gundah gulana.

Tapi aku tetap di situ,
menunggu dipakai, tak pernah mengeluh.
Sebab aku tahu, meski aku tak istimewa,
aku bagian kecil dari cerita yang besar: hidup yang terus melangkah.

Komentar

Postingan Populer