Di Antara Sunyi
"Di Antara Sunyi"
Tak perlu riuh untuk merasa hidup,
kadang, damai tumbuh dari yang redup.
Dari desir angin yang tak bernama,
dari senyap pagi tanpa drama.
Langit tak selalu biru bersih,
namun ia tetap teduh,
seperti hati yang belajar pasrah,
tanpa perlu banyak keluh.
Damai bukan berarti tanpa luka,
tapi mampu menatapnya—tanpa dendam tersisa.
Ia hadir dalam tawa yang sederhana,
dan dalam diam yang menerima segalanya.
Mari kita duduk, di tepi senja,
biar waktu berjalan apa adanya.
Tak perlu mengejar yang tak pasti,
cukup menjadi—dan mensyukuri.

Komentar
Posting Komentar