Nyanyian Rice Cooker
"Nyanyian Rice Cooker"
Aku bukan lilin yang menyala,
bukan pula bintang di langit senja.
Tapi aku setia — di pojok dapur sana,
menanak harapan dalam uap bahagia.
Butir-butir padi kupeluk erat,
kubisikkan panas, perlahan hangat.
Tak ada sorak, tak ada tepuk,
tapi lihatlah — nasi empuk adalah peluk.
Saat pagi datang dan kau terburu,
aku sudah siap tanpa ragu.
Saat malam sunyi dan dunia sibuk,
aku tetap menjaga, agar nasi tak rebuk.
Aku tak pernah libur dari tugas kecil,
menjaga isi perut, sederhana tapi stabil.
Rice cooker, nama yang kau sebut biasa,
tapi tanpaku — mungkin meja makan terasa hampa.

Komentar
Posting Komentar