Epik Sempak di Alam Semesta
"Epik Sempak di Alam Semesta"
Di balik bintang yang gemerlap,
ada aku… sempak yang terlupakan di atap.
Terbang bersama angin musim kemarau,
menari-nari di antara jemuran dan galau.
Aku bukan kain biasa, sobat,
aku pelindung martabat umat.
Dulu aku sempak ungu, gagah dan harum,
kini? Aku saksi bisu tumpukan baju yang murung.
Aku pernah jatuh ke kolong ranjang,
disapa laba-laba dan cicak yang panjang.
Pernah juga nyangkut di tas piknik,
dibuka saat panik — "Lho, ini kenapa ikut, sih?"
Pernah disalahsangka sebagai bandana,
dipakai adik, lalu viral di mana-mana.
Aku bahkan pernah dituduh alien,
karena warnaku glow in the dark dan sedikit kebocoran.
Tapi biarlah.
Aku tetap bangga jadi sempak,
penjaga wilayah terlarang paling sakral,
yang kadang robek, tapi penuh kenangan lokal.

Komentar
Posting Komentar