Menanti Kejujuran di Stasiun Hati
Biarkan aku menunggu di perhentian rindu
Di antara debu-debu kata yang tak kau ucap
Kusuri setiap detik diam yang mengeras
Menjadi dinding antara kita
Kubaca matamu yang membisu
Laksana peta tanpa penanda arah
Apa yang kau sembunyikan di balik senyum tipismu?
Mengubah segalanya menjadi asing—
Kau yang dulu hangat, kini dingin membeku
Hari-hari berlalu tanpa jejak
Seperti hujan yang menolak menyentuh bumi
Kau biarkan aku meraba dalam gelap:
"Apa yang retak di antara kita?"
"Mengapa langit kita mendadak kelam?"
Tak kuminta kau tercabik penjelasan
Hanya sejumput kejujuran—
Sedikit cahaya untuk kubawa pulang
Agar tak tersesat dalam labirin "mungkin"
Jika kata-kata terlalu berat kau bongkar
Biarkan waktu yang menjadi penerjemah
Akan kunanti di sini dengan kesabaran kertas
Hingga jawabanmu tumbuh seperti lumut
Pada batu-batu kesunyian
Tapi tolong...
Sentuhlah jiwaku yang bergetar ini
Hidupkan kembali musim semi yang kau curi
Ketika ketenangan masih bersemayam di pelupuk mata
Sebelum keraguan menjadi rumah tetap
Jadikan aku kapal yang tenang
Di lautan pelepasan
Bukan karena ku tak butuh dirimu
Tapi karena kau memilih diam sebagai bahasa
Dan kesenyapan adalah jawaban final
Maka biarkan angin membawamu pergi
Dengan satu permintaan terakhir:
"Bungkus lara ini dengan kelembutan
Agar relung hatiku tak jadi reruntuhan"

Komentar
Posting Komentar